|
DIABETES MELITUS
Dr. F. Eliana Taufik SpPD
Dokter spesialis penyakit dalam
RS MITRA KEMAYORAN
Diabetes Melitus ( DM ) adalah keadaan hiperglikemia ( kadar guladarah tinggi ) yang kronik disertai kelainan metabolik, yang diakibatkan gangguan hormonal. Akibat gangguan hormonal tersebut dapat terjadi komplikasi pada mata seperti katarak, ginjal, ( nefropati ), saraf dan pembuluh darah.
Ada dua tipe DM :
DM yang tergantung dengan insulin : disebabkan kerusakan sel beta langerhans di kelenjar pankreas akibat proses autoimun.
Biasanya terdiagnosis dibawah umur 35 tahun
Tidak gemuk
Gejala timbul mendadak ( akut )
Prevalansi 10% dari seluruh penderita DM
DM yang tidak tergantung pada insulin : akibat kegagalan relatif sel beta langerhans dikelenjar pankreas, misalnya karena obesitas, pola makan yang tidak benar.
DM tipe lain, biasanya diakibatkan oleh penyakit tertentu misalnya : sirosis hati, penyakit kelenjar pankreas, infeksi, obat-obatan, dan lain-lain.
KRITERIA KENCING MANIS ( Persatuan Endokrinologi Indonesia ) PERKENI
Kadar gula darah sewaktu = 200 mg/dl
--------------- ATAU ---------------
Kadar gula darah puasa = 126 mg/dl
Kadar gula darah puasa = 110 mg/dl
--------------- ATAU ---------------
Kadar gula darah 2 jam sesudah tes toleransi glukosa oral ( TTGO ) = 200 mg/dl
Tes toleransi glukosa oral :
Periksa gula darah puasa
Beri minum glukosa 75 gram + air putih 200cc
Periksa gula darah 1 jam setelah minum cairan glukosa
Periksa gula darah 1 jam setelah minum cairan glukosa
Periksa gula darah 2 jam setelah minum cairan glukosa
GEJALA DAN TANDA AWAL
Penurunan BB
Rasa Lemah
Banyak minum
Banyak makan
Banyak kencing
KELUHAN LAIN
Kesemutan
Gangguan penglihatan
Gatal/bisul
Gangguan ereksi
Keputihan
PERENCANAAN MAKAN
Capai dan pertahankan BB yang normal
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan kaya serat, seperti : padi-padian , umbi-umbian
Hindari makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti :gula, madu, sirup, selai
Gula, maksimal 3 sdm/hari. Sebaiknya gunakan gula alternatif yang tidak mengandung kalori seperti : sakarin, aspartam
Serat, akan memperlambat penyerapan glukosa dan menurunkan kadar lemak darah : buah, sayuran, padi-padian, sereal
Batasi konsumsi lemak, minyak ataupun santan maksimal 25% dari kebutuhan energi : 2 bagian dari sumber lemak nabati dan 1 bagian dari sumber lemak hewani
Asupan garam : 1 sdt/hari ( 6 g/hari ). Hati-hati dengan makanan jadi yang mengandung natrium : vetsin, soda.
LATIHAN JASMANI
3-5 x/minggu, selama 30-60 menit
Intensitas : ringan dan sedang
Target : 60-70% dari Maximum Heart Rate ( MHR )
Perhitungan MHR : 220 – umur, misalnya umur 40 tahun jadi MHR 180x/menit
Tipe olahraga yang dianjurkan : Jalan, bersepeda, jogging, berenang
Disesuaikan dengan umur dan kemampuan jasmani
Sifat olahraga : Continous, Rhytmic, Interval, Progressive, Endurance
Kiat memulai olah raga
Langkah 1 ; memikirkan olah raga yang akan dilakukan, membuat daftar olah raga yang menarik misalnya senam, jalan kaki,berenang.
Langkah 2 ; melihat kapan punya kesempatan untuk melakukan olahraga, pertimbangkan jenis olah raga yang masih sempat dilakukan
Langkah 3 ; membuat jadwal kegiatan olahraga, dimana akan melakukan (dirumah atau diluar rumah), dan bersama dengan siapa ( anak, istri, teman )
OBAT
Obat hipoglikemik oral ;
Meningkatkan sekresia insulin dipankreas ; sulfonilurea, nateglinide
Meningkatkan pengambilan gula dijaringan lemak dan otot ; metformin, glitazone
Meningkatkan penyerapan gula diusus ; alpha-glucoside inhibitor
Menurunkan produksi gula dihati ; metformin, glitazone
Obat hipoglikemik suntikan ; insulin
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
Tekanan darah diturunkan secara agresif < 130/80 mmHg
Kadar trigliserida < 150 mg/dl
Kadar kolestreol LDL ( Kolesterol buruk ) < 100 mg/dl
Kadar kolesterol HDL ( Kolesterol baik ) > 40 mg/dl
PERAWATAN KAKI
Periksa kaki setiap hari, gunakan cermin
Bersihkan kaki waktu mandi, dengan air bersih dan sabun
Gosok kaki dengan sikat lunak dan keringkan dengan handuk
Berikan pelembab didaerah kaki yang kering, jangan disela-sela jari
Gunting kuku mengikuti bentuk normal jari kaki, jangan terlalu dekat dengan kulit, kikir agar tidak tajam Bila kuku keras dan sulit dipotong, rendam dengan air hangat selama 5 menit Memakai alas kaki, juga didalam rumah
Gunakan sepatu atau sandal sesuai dengan ukuran dan enak dipakai ;
panjang ½ inchi lebih panjang dari jari kaki terpanjang, saat berdiri
ujung tidak runcing
tinggi tumit kurang dari 2 inchi
bagian dalam tidak kasar dan licin, tebal 10-12 mm
ruang dalam sepatu longgar
YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN
Merendam kaki
Menggunakan botol panas atau peralatan listrik untuk memanaskan kaki
Menggunakan pisau untuk menghilangkan kapalan
Merokok
Memakai sepatu atau kaos kaki sempit
Membiarkan luka kecil dikaki
SENAM KAKI DIABETIK
Fungsi :
Memperbaiki sirkulasi darah
Memperkuat otot-otot kecil
Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
Meningkatkan kekuatan otot betis dan paha ( gastrocnemius, hamstring, quadriceps )
Mengatasi keterbatasan gerak sendi
Cara :
Dilakukan dalam posisi berdiri, duduk dan tidur
Menggerakkan kaki dan sendi kaki
Berdiri dengan kedua tumit diangkat
Mengangkat dan menurunkan kaki
Gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar keluar atau ke dalam dan mencengkram pada jari-jari kaki
PENYULUHAN DM
Penyuluhan merupakan salah satu pilar penanganan penyakit diabetes melitus. Penyuluhan ditujukan tidak hanya pada penderita, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Penyuluhan yang menyuluruh mengenai penyakit diabetes melitus penting mengingat diabetes merupakan penyakit seumur hidup dimana pasien sendiri harus ikut berperan dalam penanganan penyakitnya.
Penanganan diabetes melitus sebenarnya merupakan suatu proses yang berlangsung selama 24 jam dan seringkali berhubungan dengan gaya hidup, sehingga makin baik pengetahuan penderita mengenai diabetes melitus, makin mengerti perlunya mengubah perilaku dan mengapa hal itu harus dilakukan. Selain itu, pasien diabetes melitus sebaiknya harus dapat menjadi dokter bagi dirinya sendiri, diantaranya dengan mengandalikan obesitas, mengatur diet yang baik, dan meningkatkan aktivitas fisik.
|