|
PETUNJUK BAGI PASIEN KENCING MANIS YANG BERPUASA
Dr.F.Eliana Taufik, SpPD
RS MITRA KEMAYORAN
Beberapa petunjuk umum yang perlu diperhatikan pada pasien kencing manis yang berpuasa :
Perencanaan makan
Aktivitas fisik
Pemantauan kadar gula darah
Pengendalian diabetes yang baik diperlukan untuk mencegah komplikasi DM baik akut maupun kronik.
Menghindarkan kadar gula darah terlalu tinggi ( hiperglikemia ) dan terlalu rendah ( ( Hipoglikemia ) baik selama Ramadhan terutama untuk menghidari kemungkinan hipoglikemia
Hipoglikemia adalah suatu keadaan yang harus dihindari, terutama pada pasien DM usia lanjut karena bisa fatal
Hipoglikemia dapat terjadi pada saat berpuasa terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa dengan minum air gula dan dilanjutkan dengan makan.
Tanda-tanda hipoglikemia yang perlu diketahui adalah :
Sebaiknya sebelum berpuasa kadar gula darah sudah terkendali, yaitu kadar gula darah puasa kurnag dari 110 mg% dan kadar gula darah dua jam sesudah makan kurang dari 160 mg%.
Pasien DM dengan komplikasi berat, misalnya gagal ginjal atau gagal jantung sebaiknya tidak berpuasa, sebab berpuasa dapat memperberat komplikasi yang sudah terjadi.
PASIEN DM YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH BERPUASA
Untuk memudahkan kita dalam mempertimbangkan pasien DM melaksanakan puasa, maka pasien DM dapat dikelompokan sebagai berikut :
Kelompok 1
Pasien DM yang kadar gula darahnya terkontrol dengan perencanaan makan dan berolah raga saja.
Dapat berpuasa tanpa masalah, tentu tetap memperhatikan,tentu tetap memperhatikan pengaturan makan dan aktivitas fisik.
Kelompok 2
Pasien DM yang selain melaksanakan perencanaan makan dan olah raga juga memerlukan obat hipoglikemia oral (OHO) untuk mengontrol kadar gula darahnya.
Kelompok II ini dapat dibagi atas 2 bagian yaitu :
2A
membutuhkan dosis tunggal dan kecil, misalnya:glibenklamid 1x 1 tab sehari, pagi boleh berpuasa dengan menggeser obat pagi kesore saat berbuka puasa.
2B
membutuhkan OHO dengan dosis lebih tinggi dan terbagi,misalnya:glibenklamid pagi 2 dan sore 1 tablet dapat berpuasa dengan menggeser obat pagi ke sore saat berbuka puasa.
2C
membutuhkan OHO dengan dosis lebih tinggi dan terbagi,misalnya : glibenklamid pagi 2 dan sore 1 tablet. Dapat berpuasa dengan menggeser obat pagi kesaat berbuka, dan obat sore kesaat makan sahur dengan dosis setengahnya.
2D
minum obat 3 kali sehari, maka obat pagi dan siang diminum pada saat terbuka, dan obat sore digeser kesaat makan sahur dengan dosis setengahnya.
Kelompok 3
|