Info Sehat

PETUNJUK BAGI PASIEN KENCING MANIS YANG BERPUASA
Dr.F.Eliana Taufik, SpPD
RS MITRA KEMAYORAN

Beberapa petunjuk umum yang perlu diperhatikan pada pasien kencing manis yang berpuasa :
  1. Perencanaan makan
    • Jumlah asupan kalori sehari selama bulan puasa kira-kira sama dengan jumlah asupan kalori sehari-hari yang dianjurkan sebelum puasa.
    • Perlu diatur pembagian porsi makan
      • 40% dikonsumsi waktu makan sahur.
      • 50% waktu berbuka
      • 10% malam sebelum tidur (sesudah sholat tarawih )
  2. Aktivitas fisik
    • Lakukan aktivitas fisik sehari-hari dengan wajar seperti biasa
    • Dianjurkan untuk istirahat setelah Zuhur
  3. Pemantauan kadar gula darah
    • Pengendalian diabetes yang baik diperlukan untuk mencegah komplikasi DM baik akut maupun kronik.
    • Menghindarkan kadar gula darah terlalu tinggi ( hiperglikemia ) dan terlalu rendah ( ( Hipoglikemia ) baik selama Ramadhan terutama untuk menghidari kemungkinan hipoglikemia
    • Hipoglikemia adalah suatu keadaan yang harus dihindari, terutama pada pasien DM usia lanjut karena bisa fatal
    • Hipoglikemia dapat terjadi pada saat berpuasa terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa dengan minum air gula dan dilanjutkan dengan makan.
    • Tanda-tanda hipoglikemia yang perlu diketahui adalah :
      • Gelisah dan berkeringat
      • Gemetar
      • Berdebar-debar
      • Rasa semuatan pada lidah dan bibir
      • Penglihatan ganda
      • Bingung
      • Bila dibiarkan berlanjut dapat terjadi kesadaran menurun dan kejang-kejang.
    • Sebaiknya sebelum berpuasa kadar gula darah sudah terkendali, yaitu kadar gula darah puasa kurnag dari 110 mg% dan kadar gula darah dua jam sesudah makan kurang dari 160 mg%.
    • Pasien DM dengan komplikasi berat, misalnya gagal ginjal atau gagal jantung sebaiknya tidak berpuasa, sebab berpuasa dapat memperberat komplikasi yang sudah terjadi.

PASIEN DM YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH BERPUASA
Untuk memudahkan kita dalam mempertimbangkan pasien DM melaksanakan puasa, maka pasien DM dapat dikelompokan sebagai berikut :
  1. Kelompok 1
    • Pasien DM yang kadar gula darahnya terkontrol dengan perencanaan makan dan berolah raga saja.
    • Dapat berpuasa tanpa masalah, tentu tetap memperhatikan,tentu tetap memperhatikan pengaturan makan dan aktivitas fisik.
  2. Kelompok 2
    • Pasien DM yang selain melaksanakan perencanaan makan dan olah raga juga memerlukan obat hipoglikemia oral (OHO) untuk mengontrol kadar gula darahnya.
    • Kelompok II ini dapat dibagi atas 2 bagian yaitu :
      • 2A
      • membutuhkan dosis tunggal dan kecil, misalnya:glibenklamid 1x 1 tab sehari, pagi boleh berpuasa dengan menggeser obat pagi kesore saat berbuka puasa.
      • 2B
      • membutuhkan OHO dengan dosis lebih tinggi dan terbagi,misalnya:glibenklamid pagi 2 dan sore 1 tablet dapat berpuasa dengan menggeser obat pagi ke sore saat berbuka puasa.
      • 2C
      • membutuhkan OHO dengan dosis lebih tinggi dan terbagi,misalnya : glibenklamid pagi 2 dan sore 1 tablet. Dapat berpuasa dengan menggeser obat pagi kesaat berbuka, dan obat sore kesaat makan sahur dengan dosis setengahnya.
      • 2D
      • minum obat 3 kali sehari, maka obat pagi dan siang diminum pada saat terbuka, dan obat sore digeser kesaat makan sahur dengan dosis setengahnya.
  3. Kelompok 3
    • Pasien DM yang selain melaksanakan perencanaan makan dan olah raga juga memerlukan insulin untuk mengontrol kadar gula daranhnya
      • 3A
      • membutuhkan insulin satu kali sehari, misalnya NPH 20 unit satu kali sehari. boleh berpuasa dengan menggeser suntikan insulin kesaat berbuka puasa
      • 3B
      • membutuhkan insulin dua kali atau lebih sehari, misalnya : Regular insulin 3 x 12 unit sehari tidak dianjurkan berpuasa,karena dianggap gula darahnya tidak stabil
      • 3C
      • membutuhkan kombinasi OHO dengan insulin satu kali sehari boleh berpuasa dengan pengaturan OHO seperti kelompok II, dan suntik insulin saat berbuka
      • 3D
      • membutuhkan kombinasi OHO dengan insulin dua kali atau lebih tidak dianjurkan berpuasa, karena dianggap gula darahnya tidak stabil.
KESIMPULAN
  1. Pasien DM dengan kadar gula darah terkendali dengan pengaturan makan dan olah raga saja, tidak ada masalah untuk berpuasa.
  2. Pasien DM yang membutuhkan OHO dan diabetesnya, terkendali dapat berpuasa dengan sedikit perubahan dalam pengaturan makan, aktivitas fisik dan jadwal minum obat.
  3. pasien DM yang memerlukan suntikan insulin 2 kali atau lebih, tidak dianjurkan untuk berpuasa.
  4. pemantauan kadar gula darah sebaiknya dilakukan secara teratur sesuai kebutuhan
  5. Kemungkinan hipoglikemia yang terutama terjadi pada waktu sore hari menjelang berbuka harus dikenali dan dihindarkan.



RS Mitra Kemayoran
Alamat : Jl. HBR Motik (Landas Pacu Timur), Kemayoran, Jakarta 10630
Telp : +62 - 21 654 5555, 654 5888
Fax : +62 -21 654 5959

Copyright © Mitra Keluarga Group - All Rights Reserved | Powered by MIS Department Mitra Keluarga Group