|
Hepatitis B
Dr. Luciana B. Soetanto, Sp GK
RS MITRA KEMAYORAN
Berpuasa di bulan Ramadhan termasuk malakukan menahan makan dan minum mulai dari matahari terbit hingga terbenam, hal ini berarti ada perubahan dalam pola makan yaitu jadwal makan. Jadwal makan pada saat tidak berpuasa adalah 3 kali makan utama, sedangkan pada saat berpuasa menjadi 2 kali makan utama.
Dalam menjalankan ibadah puasa mengatur gizi dengan baik sangat membantu menjaga kesehatan. Dengan memenuhi kebutuhan tubuh akan zat gizi diharapkan dapat menjaga stamina tubuh agar tetap sehat, sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti pada saat tidak berpuasa.
Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur gizi pada saat berpuasa yaitu kebutuhan zat gizi harus tercukupi, artinya makan harus bervariasai dengan jumlah yang cukup. Biasanya karena ingin praktis, sehingga makan sahur ala kadarnya saja, contohnya sepanjang bulan puasa bersahur sengan mi instan saja. Kalau makanan yang dikonsumsi tidak bervariasai maka zas gizi yang masuk tubuh-pun tidak bervariasi, akibatnya bisa kekurangan jenis zat gizi lain yang penting.
Kebutuhan air harus tercukupi. Jika pada siang hari tidak mendapat asupan air yanag cukup, maka setelah buka puasa tubuh harus mendapatkan suplai air dengan cukup. Jika konsumsi air tidak mencukupi kebutuhan tubuh, akibatnya dapat terjadi dehidrasi. Delapan gelas air setidaknya harus diperoleh tubuh demi kesehatan.
Serat merupakan zat gizi yang penting, dan pada saat berpuasa sering tidak diperhatikan keberadaannya. Serat bisa kira dapatkan dari sayur, buah dan bijih/kacang. Serat sangat bermanfaat untuk memberi rasa kenyang dan melambatkan pengosongan lambung. Konsumsi serata pada saat sahur sangat bermanfaat menjada lambung tetap kenyang untuk waktu yang relatif lebih lama. Konsumsi serat yang dilupakan akan menyebabkan keluhan kesulitan buang air besar.
Terakhir, jadwal makan harus benar-benar diperhatikan.
Untuk buka puasa, makanan dimulai dengan makanan yang ringan, segar dan mudah dicerna. Tidak dianjurkan langsung mengkonsumsi makanan besar. Hal ini untuk menghindari keluhan sakit perut. Makan lengkap atau makan besar dilakukan setelah sholat maghrib. Setelah sholat tarawih dianjurkan makan makanan kecil/selingan. Untuk makan Sahur, diusahakan mendekati waktu Imsak, makan lengkap/besar yang mengandung sayur di dalamnya.
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
|